More Tips for Z’s Generation!
Kesehatan jiwa atau kesehatan mental adalah tingkatan kesejahteraan psikologis atau ketiadaan gangguan jiwa. Kesehatan jiwa terdiri dari beberapa jenis kondisi yang
secara umum dikategorikan dalam kondisi sehat, gangguan kecemasan, stres, dan
depresi. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,
kesehatan jiwa yang baik adalah kondisi ketika batin kita berada dalam keadaan
tenteram dan tenang, sehingga memungkinkan kita untuk menikmati kehidupan
sehari-hari dan menghargai orang lain di sekitar
Dalam kasus tertentu, mencintai diri sendiri (self love)
berpengaruh pada kesehatan kulit. Secara umum mencintai diri sendiri berdampak
positif bagi kesehatan mental. Psikolog Felicia Maukar yang juga Co-Founder of
Soul Dewi, mengungkapkan bagaimana self love bisa berpengaruh pada kesehatan
kulit dan mental.
Menurut artikel indozone.id berikut
adalah tips untuk kalian agar bisa lebih menyayangi diri kalian
1.
Peduli pada diri
sendiri seperti halnya peduli pada orang lain
Terdengar sederhana, tapi banyak dari kita tidak
melakukan ini karena seringkali egois, mengira bahwa kebutuhan diri sendiri
tidaklah penting. Prinsip kita selalu mengarah pada, 'kepentingan orang lain di
atas segalanya'.
Jika itu masih ada pada dirimu, berhentilah menjadi
egois. Belajarlah berwelas asih kepada diri sendiri dan perlakukan diri sendiri
sebagaimana halnya kamu selalu peduli pada orang lain.
2. Lakukan apa yang memang benar-benar kamu senangi
Ada banyak hal baik di dunia ini yang bisa menjadi
salah satu hobi positifmu. Lakukan yang memang benar-benar kamu senangi.
Tidak peduli apa pun itu, selama kamu senang, maka lakukanlah. Entah itu
menuangkan hobi menulis puisi, menjadi sukarelawan di kegiatan sosial,
mengajari anak-anak dan lainnya.
Dengan begitu, kamu telah melakukan satu langkah mencintai diri sendiri. Ya, dirimu adalah satu
dari sekian banyak orang yang layak dicintai, termasuk oleh dirimu sendiri.
3. Tidak perlu pikirkan apa kata orang tentangmu
Kebanyakan orang harus menjadi orang
lain karena terlalu takut dengan omongan orang lain. Padahal, menjadi diri
sendiri itu sangatlah penting. Tidak satu pun orang berhak menghakimi dirimu.
Tetaplah menjadi diri sendiri selama apa yang kamu
lakukan positif dan tidak merugikan pihak mana pun.
Namun untuk beberapa hal, seperti saran yang
membangun, masih bisa kamu terima untuk dijadikan bahan interospeksi diri.
Tapi ingat! Kamu adalah satu-satunya orang yang memegang
kendali penuh atas diri kamu. Jadi, tak perlu pikirkan apa kata orang
tentangmu, ya.
4. Jadikan kelebihanmu sebagai kekuatan
Sesekali menunjukkan kelebihan diri
sendiri di depan orang lain tidak ada salahnya, kok. Itu menjadi satu cara
berterima kasih pada kelebihan yang telah Tuhan berikan padamu.
Yang penting, kelebihan itu memang benar-benar ada di
dalam dirimu, bukan mengada-ada, ya. Selain itu, kamu menunjukkan kelebihan
bukan untuk pamer dan mendapat pengakuan, melainkan menjadikan kelebihan
sebagai kekuatan.
Kekuatan tersebut bisa digunakan sebagai identitas untuk
diri kamu sendiri. Dengan begitu, kamu sudah belajar cara mencintai diri
sendiri tanpa syarat, tanpa pula menjadi orang lain.
5. Kurangi mengeluh, perbanyak bersyukur
Terus-menerus mengeluh dengan
kekurangan bukan hal baik. Kamu tentu tahu segala kekurangan dalam diri dan
harusnya kamu bisa belajar menerimanya dengan legowo. Toh, setiap orang pasti
punya jalan hidup berbeda-beda.
Perlu diingat, penolakan dengan cara mengeluh hanya akan
membuatmu semakin kehilangan jati diri. Tidak perlu malu atas apa spun yang
dimiliki. Bersyukurlah atas segala yang kamu dapatkan, sadari kalau semua orang
terlahir berbeda.
Comments
Post a Comment